Awalnya Hanya Bisa Registrasi 3 Nomor, Sekarang Bisa Tak Terbatas

Akhir tahun lalu kita semua diributkan sama aturan baru pemerintah yang mengharuskan registrasi SIM card pakai KTP dan KK. Sebagian setuju dan nurut-nurut aja, tapi sebagian lagi nggak. Alasan mereka yang kontra ya karena proses registrasi ini melibatkan nomor identitas yang jelas-jelas pribadi. Emang mau buat apa? Untuk menjawab itu sih, pemerintah melalui Kominfo beralasan kalau ini semua dilakukan demi memerangi kejahatan cyber kayak penyalahgunaan nomor, kriminalitas, sampai terorisme.

Dilansir atm303, Simpang siur pemberitaan soal registrasi SIM card ini terus menghiasi media bahkan sampai detik ini. Kabar terbaru yang beredar, pemerintah katanya udah mengubah ketentuan, yang awalnya 1 NIK cuma bisa buat registrasi maksimal 3 nomor, sekarang jadi nggak terbatas. Jadi mau mendaftarkan puluhan nomor pun nggak masalah. Waduh, kok jadi berubah-ubah gini ya?

Part 1: Aturan registrasi SIM card pertama kali muncul akhir tahun lalu sekitar bulan Oktober 2017
Pemerintah pertama kali mengumumkan peraturan registrasi SIM card sekitar akhir tahun lalu lewat keterangan resmi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Landasan keputusan itu adalah Peraturan Menkominfo No. 14 Tahun 2017 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menkominfo No. 12 Tahun 2016 tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi. Saat itu informasi masih simpang siur, banyak orang panik karena menyangka batas akhir registrasi adalah 31 Oktober 2017. Mereka takut nomornya bakal keblokir.

Part 2: Padahal aturan sebenarnya registrasi SIM card bisa dilakukan sampai 28 Februari 2018. Publik pun bernafas lega
Kabar ini membuat publik yang semula panik jadi bisa rada tenang sedikit karena tahu batas akhirnya masih lama. Banyak dari mereka yang baru ‘bergerak’ setelah mendekati hari H. Nggak sedikit juga yang mengeluh registrasinya gagal terus, sampai terpaksa harus ke gerai operator seluler untuk mendaftarkan nomornya. Sebenarnya keriuhan itu terjadi karena minimnya sosialisasi kepada masyarakat. Jadi informasi yang diperoleh ya setengah-setengah. Awalnya nggak banyak yang tahu kalau selain SMS, registrasi juga bisa dilakukan secara online.

Part 3: Masyarakat juga dibingungkan dengan cara registrasi nomor lama dan baru yang memang sedikit berbeda. Belum lagi beda operator, beda juga caranya
Bagi kita yang masih muda dan melek gadget mungkin perbedaan cara registrasi ini nggak terlalu memusingkan. Tapi lain halnya kalau yang punya gadget orang tua. Nggak sedikit lho para orang tua ini yang kebingungan dan pada akhirnya minta anaknya buat mendaftarkan. Soalnya emang tiap operator punya cara masing-masing sih. Pun dengan jenis perdananya, cara registrasi kartu lama beda dengan kartu baru. Pokoknya pusing deh~

Part 4: Di tengah proses registrasi, beberapa operator ada yang meminta nama ibu kandung sebagai salah satu data yang wajib dicantumkan
Kabar ini membuat nggak sedikit orang keberatan. Diminta KTP dan KK aja mereka was-was apalagi ditambah nama ibu kandung. Soalnya dalam Peraturan Menkominfo No 14 Tahun 2017 itu jelas disebutkan kalau nama ibu kandung bisa digunakan sebagai alternatif selain NIK. Tapi akhirnya Kominfo melalui siaran persnya, seperti dilansir CNN, menegaskan kalau registrasi SIM card tidak membutuhkan data nama ibu kandung. Nggak sedikit masyarakat menganggap Kominfo nggak konsisten.

Part 5: Belum lagi mereka yang pakai kartu pascabayar, bingung deh tuh, tetap harus diregistrasikan atau nggak. Kalau iya, caranya gimana…
Terkait hal ini, banyak pelanggan pascabayar yang akhirnya menanyakan ke akun Twitter operator masing-masing, apakah nomornya perlu diregistrasi atau nggak. Tapi seperti dilansir CNN, salah satu penyedia jasa telekomunikasi, Tekomsel, justru rancu dalam menjawab pertanyaan pelanggan. Ada admin yang bilang perlu registrasi, ada juga admin yang bilang nggak perlu. Menjawab simpang siur ini, Vice President Corporate Communications Telkomsel, Adita Irawati, menegaskan kalau ketentuan registrasi pelanggan pascabayar nggak diatur dalam peraturan yang berlaku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *